December 6, 2020

2 Cara Agar Bisa Memahami Ilmu Dengan Baik

Oleh: Afriul Zikri (Mahasiswa S1 Universitas Al-Azhar, Jurusan Syariah)

Ketika penulis mengikuti Daurah (pengajian) Syarh kitab al-Yaqut an-Nafis bersama Syekh Musthafa Abdunnabi, salah satu ulama Fiqh, beliau menyampaikan nasehat yang begitu berharga sebelum masuk dalam pembahasan kitab yang akan beliau jelaskan kepada kami.

Sebelum mulai pengajian, beliau menjelaskan bahwa Daurah Fikih ini adalah pengajian awal dalam rentetan pengajian intensif beliau yang diadakan di Ruwaq Indonesia, Cairo. Sehingga bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pengajian ini, diharapkan untuk istiqomah selama belajar bersama beliau.

Beliau memulai pengajian dengan sebuah nasehat, dan nasehat ini selalu beliau sampaikan dalam setiap majlis keilmuan, yaitu ; “sebelum kalian mendatangi pelajaran maka wajib bagi kalian untuk mempersiapkannya sebelum itu (تحضير), jangan pernah mendatangi dars dalam keadaan kosong sama sekali”

Inilah 2 cara agar bisa memahami ilmu dengan baik yang penulis catat dari Syekh Mustafa Abdunnabi.

1. Mempersiapkan Diri Sebelum Menghadiri Pengajian (Tahdir)

Jika kita sedang mempelajari sebuah kitab bersama seorang guru, maka sebaiknya kita membaca terlebih dahulu apa yang akan dipelajari bersama guru itu nanti, Biasanya dalam 2 jam pengajian ada sekitar satu atau dua materi yang diajarkan (misal: bab Sholat) Sehingga ketika guru menjelaskan sebuah materi, maka kita akan mudah mengikuti penjelasan guru tersebut karena sudah membacanya terlebih dahulu,

Metode membaca materi atau buku tersebut dengan cara ta’anni (meresapi maknanya), santai dan tidak tergesa-gesa dan diulangi membacanya tiga, empat dan bahkan 10 kali. Sekalipun sedikit. Setelah itu lihat penjelasan yang ditulis pengarang kitab yang berkaitan dengan materi tersebut. Seandainya setelahnya kamu baca Syarh tertentu (spt kitab Mu’nis al-Jalis) maka itu lebih baik lagi.

Setelah rangkaian persiapan diatas dilakukan, kita pasti memahami beberapa dari materi tersebut, jika ada yang tidak dipahami, kita bisa mencatat dan menanyakan kepada guru kita saat majlis berlansung.

Maka ketika menghadiri dars, kita akan memberikan “perhatian khusus” kepada hal yang belum dipahami tersebut sampai ketika syekh menjelaskan materi tersebut.

Akan tetapi, jika kita tidak persiapan terlebih dahulu, maka besar kemungkinan kita tidak memahami penjelasan dari guru tersebut, apalagi jika dijelaskan dengan bahasa Arab atau bahasa asing lainnya.

2. Mengulang Kembali Materi yang Dijelaskan oleh Guru di Rumah (Muzakarah)

Setelah selesai kajian, maka usahakan untuk tidak tidur sebelum mengulang pelajaran tadi. Karena jika kita tidur, maka banyak pemahaman yang akan hilang, sehingga menyulitkan kita untuk memahami materi selanjutnya.

Baca kembali catatan yang kita rangkum dari penjelasan guru atau syekh, dan itu akan membantu kita untuk semakin memahami materi yang disampaikan ketika kajian tersebut.

Jika kita melakukan seluruh nasihat yang disampaikan oleh Syekh ini maka kita akan memahami sebuah ilmu dengan baik dan juga menambah semangat dalam menuntut ilmu

Sebagaimana yang disampaikan oleh Syekh Mustafa, bahwa ilmu itu bagaikan kota, maka untuk memasukinya kita harus melewati jalan utama kota tersebut, jika jalan utama kota tersebut mudah dilewati maka kita akan mudah menjelajahi kota tersebut. begitu juga dengan sebuah illmu.

Editor: Tareq Albana

%d bloggers like this: