December 6, 2020

Virus Corona dan Fiqh Tahawwulat

Oleh: Ibnu Ahmad al-Minangkabawy

Siapa yang tidak tahu dengan virus yang satu ini? Virus yang diketahui mulai menyebar awal Desember 2019 di Cina dan telah meraba ke beberapa Negara lainnya, bahkan WHO sendiri telah mengumukan status darurat Internasional Virus Corona di akhir Januari 2020.

Tapi tahu kah anda? Dalam sebuah kitab al-Usus wa al-muntholaqat, salah satu kitab yang membahas luas ilmu Fiqh Tahawwulat ditulis seorang ulama asal Yaman: Habib Abu Bakar al-Adeni (semoga Allah menganugerahkan umur yang panjang serta sehat dan berkah terhadap beliau) pada cetakan ke-3 tahun 2015, hal. 318, di dalamnya ditulis bahwasanya diantara tanda-tanda kecil kiamat muncul dan tersebarnya wabah penyakit yang belum ada pada masa lampau, disebutkan salah satunya virus Corona.

Fiqh Tahawulat adalah cabang ilmu Fiqh yang mempelajar seputar tanda-tanda akhir zaman – red

Teks buku:
(74. Munculnya Penyakit-penyakit yang Belum Ada pada Masa Lampau
Diantara tanda-tanda kecil kiamat yang tercantum dalam beberapa hadits Nabi ﷺ ialah tersebarnya berbagai macam penyakit wabah yang belum ada pada masa lampau, dan hal ini telah jelas nampak atau terbukti terutama pada masa-masa akhir ini dengan munculnya berbagai wabah yang berbahaya seperti AIDS, flu burung dan babi, serta virus Corona, dsb dari berbagai macam penyakit yang sulit diobati yangmana para pakar masih terus berusaha dalam mencari solusi akan hal tsb dan menelusuri penyebab tersebarnya di kalangan masyarakat saat ini. Bukan suatu hal yang mustahil bahwasanya wabah ini diciptakan dengan sengaja oleh tangan-tangan penyebar kejahatan di dunia ini karena pengaruh politik, ekonomi, atau karena kesembronoan.

Di tahun 2015 beliau menyebutkan hal tersebut dalam kitabnya, dan diketahui Virus Corona baru tersebar di awal Desember 2019, dengan makna lain empat tahun sebelum menyebarnya virus ini beliau sudah terlebih dahulu mengetahuinya. Pengetahuan akan hal ini bisa jadi karena beberapa factor, diantaranya:

  • Virus Corona memang sudah di kabarkan oleh Rasulullah ﷺ baik itu secara jelas maupun kiasan, dan dapat diketahui oleh ulama yang telah mencurahkan kehidupannya untuk agama ini,
  • Virus Corona memang sudah ada sebelumnya, tapi belum terlalu menyebar luas atau adanya hanya pada binatang tertentu yangmana zat virus tersebut bermanfaat bagi binatang tersebut tapi karena ulah tangan yang tidak bertanggung jawab, virus tersebut menyebar ke manusia dan menjadi wabah penyakit, atau
    -Pengetahuan penulis akan virus Corona adalah bagian dari kasyaf, yangmana dalam sebuah hadits: “Berhati-hatilah terhadap firasat orang mukmin, karena sesungguhnya ia melihat dengan cahaya Allah” (Sunan Tirmidzi, hadits no 3419 cetakan Maknez).
    Habib Abu Bakar, nama lengkap beliau al-‘allamah Habib Abu Bakar al-Adeni bin Ali bin Abi Bakar bin ‘Alawi al-Masyhur, yangmana nasab beliau sampai ke Imam Husein radhiyallahu anhu cucu Nabi Muhammad ﷺ. Beliau lahir di Kota Ahwar, Abyan- Yaman tahun 1366H dan belajar agama semenjak kecil dari ayah beliau serta pendidikan formal dan lulus di Universitas Aden- Yaman, Fakultas Tarbiyyah, Jurusan Bahasa Arab. Dan mendapatkan gelar Doktor penghargaan (Honoris Causa) dari Universitas tersebut pada Senin, 29 Syawal 1435H= 25 Agustus 2014M. Saat ini beliau telah mendirikan puluhan ribath/mahad yang tersebar di berbagai daerah di Yaman dibawah yayasan dengan nama “Arbithoh at-Tarbiyyah al-Islamiyyah”


Habib Abu Bakar dikenal sebagai pencetus Fiqh Tahawwulat, salah satu cabang ilmu yangmana kajiannya fokus tentang hari kiamat dan tanda-tandanya, memang kajian tentang hal tersebut sudah ada dari dulunya, tapi yang menjadikannya sebuah cabang dari cabang ilmu diketahui Habib Abu Bakar yang pertama kalinya, yangmana istinbat dasar dari kajian beliau adalah sebuah hadits yang dikenal dengan ummul hadits atau hadits Jibril, yangmana Jibril alaihissalam dalam hadits tersebut menanyai Rasulullah ﷺ tentang Iman, Islam, dan Ihsan (Ketiga rukun ini dalam Fiqh Tahawwulat dinamai dengan ar-kanu as-sawabit/rukun yang tetap), dan pertanyaan terakhir tentang kapan kiamat dan apa tanda-tandanya (dan ini dinamai dengan rukun yang ke empat, rukun yang tidak tetap tapi berubah-rubah sesuai perubahan dan perkembangan zaman maka dinamailah rukun yang ke empat dengan ilmu tanda-tanda hari akhir dengan cabang ilmunya dinamai dengan fiqh tahawwulat).

Tujuan utama untuk mengetahui tanda-tanda kiamat bukanlah untuk menakuti-menakuti akan tetapi memahami perkembangan dan perubahan zaman ini dan fitnah atau ujian-ujian yang terjadi pada zaman tertentu sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ dalam berbagai macam hadits sehingga dengan memahami hal tersebut kita dituntun agar bisa selamat dari berbagai macam fitnah dan ujian di zaman dimana kita hidup, dan ini salah satu alasan dasar kita membutuhkan fiqh tahawwulat ini.

Kajian tentang Fiqh Tahawwulat memang belum berkembang secara pesat begitu juga buku-buku mengenai cabang ilmu ini, bahkan di Mesir saja yang merupakan salah satu sumber percetakan buku belum ada penulis temukan buku-buku Fiqh Tahawwulat dicetak kecuali penulis sempat menemukan dalam Cairo Book Fair tahun 2016 dan itupun hanya beberapa buku saja. Untuk istifadah akan cabang ilmu ini dan karangan-karangan atau kajian-kajian Habib Abu Bakar boleh ikuti akun-akun resmi dibawah ini.

Semoga bermanfaat
والله أعلم

Editor: Tareq Albana

%d bloggers like this: