December 6, 2020

10 Hal Penting Seputar Shalat Malam yang Wajib Diketahui

Oleh: Afriul Zikri (Mahasiswa Universitas Al-Azhar Jurusan Syariah)

Imam Nawawi Rahimahullahu di dalam kitabnya, al-Majmu’ menulis tentang beberapa hal yang penting dan perlu diperhatikan berkaitan dengan shalat malam.

فرع في مسائل مهمة تتعلق بصلاة الليل

Didalam kitab tersebut, ada 10 poin yang beliau jelaskan seputar shalat Qiyamullail, yaitu:

  • Disunnahkan bagi setiap orang yang bangun untuk melakukan shalat malam, mengusap (menghilangkan) rasa kantuk dari wajahnya, bersiwak, memandang ke atas langit dan membaca ayat terakhir dari surat Ali ‘Imran (إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ ), (hingga akhir surat). Cara ini dijelaskan dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Mengawali shalat malam dengan melaksanakan shalat dua raka’at yang ringan lalu dilanjutkan setelah itu dengan durasi semaunya dan bagaimana yang ia inginkan.
    Dari ‘Aisyah ra, ia menuturkan:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا قام من الليل ليصلي افتتح صلاته بركعتين خفيفتين (رواه مسلم)

“Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bangun di malam hari untuk melakukan shalat, beliau mengawalinya dengan shalat dua raka’at yang ringan (pendek) .”
Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

إِذا قام أَحدكم مِنَ اللّيْل، فلْيفتتحْ صلاتَه بِركْعتيْن خفيفتين (رواه مسلم)

“Bila seseorang dari kalian bangun di malam hari hendaklah ia mengawali shalatnya dengan melakukan shalat dua raka’at yang ringan “

  • Disunnahkan salam setiap dua rakaat. Diantara dalilnya adalah

صلاة الليل و النهار مثني

” Shalat sunnah yang dikerjakan di waktu malam atau siang itu dua rakaat”

  • Memanjangkan dan melamakan berdiri lebih afdhol dari melamakan sujud, rukuk dst. dan juga lebih afdhol dari memperbanyak rakaat shalat. Dalilnya adalah hadist Jabir yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa Rasulullah Saw ditanya, bagaimana bentuk sholat yang paling afdhol? Lantas beliau menjawab : طول القنوت “shalat yang berdirinya lama.”
    Dan melamakan sujud lebih afdhol dari melamakan rukun-rukun shalat yang lain – selain berdiri – berdasarkan hadist Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda :

أقرب ما يكون العبد من ربه و هو ساجد (رواه مسلم)

“waktu yang paling dekat antara hamba dengan Rabb-nya adalah ketika sujud”

  • Apakah dianjurkan menjaharkan (mengeraskan suara) pada bacaan pada shalat malam? Atau dipelankan? Atau diantara keduanya?
    Imam Nawawi menyebutkan bahwa dalam permasalahan ini ada beberapa perbedaan pendapat ulama. Pendeknya, khilafiah disini berkisar pada dua keadaan ; pertama, bacaan dia tidak mengganggu orang lain dan kedua, tidak khawatir riya’ dan seumpamanya. Nah, seandainya salah satu dari dua persyaratan ini hilang, maka dia men-sir-kan bacaannya tanpa ada perbedaan pendapat.
    Dianjurkan bacaannya tartil dan disertai dengan mentadaburi ayat-ayat yang dibaca dan tidak mengapa mengulang-ulang ayat supaya lebih meresapi dalam mentadaburi, sekalipun ayat yang diulang itu panjang.
  • Kalau mengantuk ketika sholat, maka segera tidur. Dalilnya adalah hadist Anas ra, dia bertutur “Suatu ketika Rasulullah masuk masjid dan menjumpai tali yang memanjang diantara tonggak masjid. Lantas nabi bertanya : ” Tali apa ini? “, orang-orang menjawab “ini adalah tali milik Zainab untuk shalat, apabila dia malas atau lemah maka dia berpegangan dengan tali ini” Mendengar jawaban itu nabi bersabda : “lepaskan tali ini, setiap orang shalat sesuai kemampuannya, kalau dia malas atau telah letih maka hendaklah duduk.”
    Dan juga beberapa dalil lainnya, diantaranya adalah hadist ‘Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah bersabda :

إذا نعس أحدكم في صلاته فليرقد حتى يذهب عنه النوم فإن أحدكم و هو ناعس يذهب يستغفر فيسب نفسه (رواه البخاري ومسلم)

“Jika salah seorang diantara kalian mengantuk dalam shalatnya, hendaklah ia tidur terlebih dahulu hingga hilang ngantuknya. Karena jika salah seorang dari kalian tetap shalat, sedangkan ia dalam keadaan mengantuk, ia tidak akan tahu, mungkin ia bermaksud meminta ampun tetapi ternyata ia malah mencela dirinya sendiri “

  • Dianjurkan bagi seorang suami apabila bangun untuk melaksanakan shalat malam untuk membangunkan istrinya dan begitupun sebaliknya. (Especially for those who are married🙂). Juga disunnahkan membangunkan selain istri atau suami dari kerabat.

Ummu Salamah ra menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun pada suatu malam lalu beliau berkata:

سُبْحَانَ اللهِ، مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ الْفِتْنَةِ، مَاذَا أُنْزِلَ مِنَ الْخَزَائِنِ، مَنْ يُوْقِظُ صَوَاحِبَ الْحُجُـرَاتِ، يَا رُبَّ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

“Subhanallaah, ujian apa yang Allah turunkan malam ini dan simpanan apa yang Dia turunkan untuk orang yang membangunkan istri-istrinya.Wahai, betapa banyak wanita-wanita yang berpakaian di dunia tapi telanjang pada hari Kiamat kelak.”

Diriwayatkan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra, menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah membangunkan dirinya dan Fatimah ra, putri Nabi SAW di malam hari.
Lalu beliau bertanya : “Tidakkah kalian shalat?” Lantas aku (Ali) menjawab: Ya Rasulullah, jiwa kami ada di tangan Allah, jika Dia berkehendak membangunkan kami, Dia akan membangunkan kami”.
Sayyiduna Ali bertutur, “ketika aku mengatakan hal itu beliau langsung pergi. Kemudian aku mendengar beliau berpaling sambil memukul pahanya seraya membaca firman Alla SWT :

وكان الإنسان أكثر شيء جدلا

Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah” (QS. Al-Kahfi: 54) (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra, ia menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رَحِمَ اللهُ رَجُـلاً، قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ اِمْرَأَتَهُ فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِيْ وَجْهِهَا الْمَاءَ، رَحِمَ اللهُ اِمْرَأَةً، قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَ أَيْقَظَتْ زَوْجَهَا، فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِيْ وَجْهِهِ الْماء (رواه أبو داود وغيره بإسناد صحيح)

“Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun di waktu malam lalu shalat dan ia pun membangunkan isterinya lalu sang istri juga shalat. Bila istri tidak mau bangun ia percikkan air ke wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang isteri yang bangun di waktu malam lalu ia shalat dan ia pun membangunkan suaminya. Bila si suami enggan untuk bangun ia pun memercikkan air ke wajahnya.”

Dari Abu Sa’id al-Khudri dan Abu Hurairah ra mereka menuturkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا أَيْقَظَ الرجل أهله من الليل فَصَلَّيَا أو صلى رَكْعَتَيْنِ جَمِيْعًا، كُتِبَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ وَالذَّاكِرَاتِ. (رواه أبو داود و النسائي و غيرهما بإسناد صحيح.

Barangsiapa yang bangun di waktu malam dan ia pun membangunkan isterinya lalu mereka shalat bersama dua raka’at, maka keduanya akan dicatat termasuk kaum laki-laki dan wanita yang banyak berdzikir kepada Allah.”

  • Dianjurkan seseorang tidak shalat kecuali sekedar kemampuannya dan merutinkannya. Imam Nawawi menyebutkan bahwa dalil tentang hal ini bisa dijumpai di dalam Sohihaini, karena sangat masyhur. Diantaranya adalah hadist Aisyah ra, beliau bertutur Rasulullah Saw bersabda :

خُذُوا مِنْ الأْعَمَالِ مَا تُطِيقُونَ فو الله لَا يمل الله حَتَّى تملوا (رواه البخاري ومسلم)

“Kerjakanlah sesuatu amalan itu sesuai dengan kemampuanmu, Sesungguh Allah tidak bosan menilai amalmu sehingga kamu sendiri yang merasa bosan mengerjakannya”

Dan juga suatu ketika Rasulullah pernah ditanya, “Bagaimanakah amalan yang paling disukai oleh Allah?” Nabi lantas menjawab : “amalan yang rutin sekalipun sedikit”.

  • Sebelum tidur hendaknya berniat untuk bangun sholat malam. Dalam sebuah hadist shahih Rasulullah Saw bersabda :

مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ، وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُوْمَ فيُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ، فَغَلَبَتهُ عينه حَتَّى يُصْبِحَ، كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى، وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عليه مِنْ رَبِّهِ (رواه النسائي و ابن ماجه بإسناد صحيح على شرط مسلم)

“Barangsiapa yang naik ke atas ranjangnya sedang ia telah berniat untuk bangun melakukan shalat di malam hari, namun ia tertidur hingga waktu Shubuh, maka ditulis baginya pahala apa yang ia niatkan dan tidurnya itu adalah sedekah dari Rabb-nya.”

  • Dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar terlebih pada pertengahan terakhir malam. Dan yang paling afdhol adalah pada waktu sahur.
    Allah Swt berfirman :

وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

dan orang-orang yang beristighfar di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17)

Dari Jabir Radhiyallahu anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً، لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنَ أمر الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ.

Sesungguhnya di malam hari terdapat suatu waktu, yang apabila seorang muslim memohon kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat bertepatan dengan waktu itu, Allah pasti mengabulkannya dan waktu itu ada di setiap malam.”

المجموع شرح المهذب للإمام النووي ص ٣٧٠-٣٧٢

Semoga Allah menjadikan kita diantara hamba-hambanya yang mendapatkan nikmat shalat malam ^_^

%d bloggers like this: