December 6, 2020

Wajibkah Makmum Baca Surat Al-Fatihah Didalam Sholat Berjamaah?

Oleh: Julfi Yanda bin Marjohan

Banyak orang mengira, bacaan alfatiha bagi makmum dalam sholat berjamaah itu tidaklah wajib, karena bacaannya sudah diwakili oleh imam, Apakah benar demikian?

Bacaan alfatiha dalam sholat itu hukumnya adalah wajib, karena bacaan alfatihah tersebut adalah rukun ke empat dari rukunnyasholat, maka bagi seseorang yang tidakmembacaalfatiha tersebut dalam sholatnya, berarti dia sudah meninggalkan satu dari rukun-rukun nya, oleh karena itu sholatnyatidak sah, ini berdasarkan hadis Nabi SAW:
لا صلاة لمن لم يقرأبفاتحة الكتاب)،أخرجه البخاري (٧٥٦) و مسلم(٣٩٤)
Artinya: Tidak sah sholatnyabagi orang yang tidak membaca surat alfatihah.

وخبر ابني خزيمة وحبان في “صحيحيهما”: “لا تجزي صلاة لا يقرأ فيها بـ (فاتحة الكتاب)
[شهاب الدين الرَّمْلِي، فتح الرحمن بشرح زبد ابن رسلان، صفحة ٢٧١]
Artinya: dan Di kabarkan oleh ibnu khuzaimah dan ibnuhubban,dalam sahihnya: tidak berpahala/tidak sah orang yang dalam sholatnya tidak membaca surat alfatiha

Daridalil-dalil diatas,dapat kita pahami bahwa membaca alfatiha dalam sholat itu hukum nya adalah wajib.Bagi orang yangtidak hafal suratalfatiha, boleh baginya sholatdenganmelihat mushaf (alquran), jika tidak mampusholat dengan melihat mushaf,dikarenakan tidak bisa membaca atau karena hal lainnya, maka boleh baginya sholat dengan didiktekan oleh orang lain. lalu bagaimana dengan orang yang tidak bisa atau tidak hafal, dan juga tidak ada orang yang mendiktekannya, apakah sholatnya sah tanpa membacanya?

Imam Syihabuddin Ar ramli, menyebutkan dalam kitab nyaFaturrahman syarah zubad ibnu ruslan:Baca alfatiha itu termasuk rukun sholat, maka bagi orang yang tidak mampumembaca alfatiha, dia harus mengganti nya dengan tujuh ayat selain alfatiha. Dan juga ditambahkan oleh SyekhMustofaAbdunnabi dalam kitabnyaMu’nisjalis, syarah dari matan yaqutnafis, jumlah hurufnya tidak boleh kurang dari jumlah huruf yang ada dalam surat alfatiha.

Jika tidak mampu menggantinya dengan tujuh ayat selain Alfatihah, maka gantilah dengan tujuh macam zikir atau doa, yang mana hurufnya jugatidak boleh kurang dari jumlah huruf yang terdapat dalam surat Alfatiha. Tapi kalau mampu membaca sebagian darialfatihadan sebagian dari zikir, maka bacalah keduanya.

Kalau mampu membaca sebagian dari Alfatiha saja, dan sebagian yang lainnya tidak mampu, maka bacalah bagian yang mampu itu dengan diulang-ulang membacanya sesuai dengan jumlah ayat dalam surat alfatiha. Kalau tidak mampu juga, maka cukup diam pada waktu bacaan alfatiha tersebut.

Maka dari itu, jelaslah bahwasanya baca Alfatiha itu wajib dalam sholat, baik itu sholat sendirian maupun berjamaah, akan tetapi dalam Shalat berjamaah terdapat khilaf di kalangan ulama, apakah bacaan Alfatihahnya imam sudah mewakili bacaan bagi makmum, atau masih wajib bagi makmum untuk membaca nya?

Dalam hal ini, para ulama mazhab berbeda pendapat, dalam mazhab kita Syafii’,mengatakan wajibnya bacaan alfatiha itu bagi makmum, sebagaimana yang telah saya tuliskan sebagai berikut ini :

• Ulama Mazhab Syafii’yah berpendapat: Bacaan Al fatiha imam itu tidak mewakili bacaan bagi makmum, karena bacaanalfatihah itu adalah wajib, dan dia termasuk rukun dari rukun-rukunnya sholat, maka wajib bagi setiap orang membaca nya, baik bagi yangsholatsendirian, atau jadi imam, maupun bagi makmum, Pendapat ini berdalil dari hadis Nabi SAW,sebagaimana yang telah saya kemukakan di atas.

• Dalam Mazhab Hanafiyah: boleh bacaan imam itu mewakili dari bacaannya makmum. Dan ada pendapat yang lain dalam mazhab Hanafiyah: Tidak di sunatkan baca alfatihah bagi makmumdalam solatjahriyah(sholat dengan bacaan dikeraskan) contohnya sholat: magrib,isya,dan subuh pendapat ini beristidlal (mengambil dalil) dari alquranal karim,
(وَإِذَاقُرِئَٱلۡقُرۡءَانُفَٱسۡتَمِعُواْلَهُۥوَأَنصِتُواْلَعَلَّكُمۡتُرۡحَمُونَ)
Artinya:Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.
-Surat Al-A’raf, Ayat 204

Dari ayat ini mereka mengatakan, bahwasanya bacaan alfatihah imam sudah mewakili bacaan alfatihahnya makmum. Mereka juga mengisahkan, bahwasanya Sayyid ali bin muhammadalhabsyimengatakan pada Sayyid Ahmad bin Hasan Ala’thos: ketika saya sholat di belakangmu sebagai makmum, saya tidak membaca alfatihah, dan kamu membacanya.dan ini menunjukkan bahwasanya dalam sholat jahriyah,bacaan alfatihanya imam sudah mewakili bagi makmum.

Bagaimana kalaw dalam sholat sirriyah, seperti sholat zuhur dan ashar, apakah cukup bacaan imam saja, atau wajib bagi makmum membacanya??
Sebagian ulama mengatakan: Cukup dengan bacaan imam, yakni bacaan makmum sudah diwakili oleh bacaan imam, ini untuk memudahkan bagi a’jam (non arab) dan bagi orang yang baru masuk islam; cukup baginya takbiratul ihram kemudian diam, dan mengikuti imam ketika ruku’,i’tidal,sujud,danbegitu seterus nya, mengikuti rukun-rukun fi’liyah selanjutnya, ini disebutkan dalam bughyahdan dalam kitab fkih empat mazhab.

Dan juga disebutkan dalam kitab safinah karangan Sayyid Ali bin Abdullah bin Syihab disana beliau katakan : Imam Syafii. Berpendapat wajibnya bacaan alfatiha itu, baik dalam sholat fardhu maupun sunat, baik dalam shalat jahriyah maupun dalam shalat sirriyah.

AllahuTa’alaa’lambishawab.

%d bloggers like this: